5 Software Desain Grafis Terbaik untuk Pemula

May 12 / Sarita Laras
Sumber:freepik.com
Tidak hanya desainer grafis, berbagai jenis pekerjaan lain kini juga membutuhkan keahlian desain grafis. Misalnya saja pada posisi social media specialist, communication specialist, content creator, dan masih banyak lagi. Keahlian tersebut dibutuhkan mengingat banyaknya aspek dalam bisnis yang perlu ditunjang dengan desain grafis.

Jika kamu tidak memiliki latar belakang pendidikan desain grafis, kamu tidak perlu berkecil hati. Sebab, berbagai software desain saat ini telah tersedia dan mudah dipelajari secara mandiri. Apa saja? Simak pada ulasan berikut!

Adobe Illustrator (AI)

Sebagai pemula, Adobe Illustrator (AI) cocok kamu gunakan karena menyediakan berbagai template yang bisa diunduh dan langsung digunakan. Software desain ini pada dasarnya berbasis vektor sehingga hasil desain nantinya tidak akan pecah jika diperbesar.

Dengan AI, kamu dapat membuat poster, logo, ikon, tipografi, ilustrasi, dan berbagai desain vektor lainnya.

AI termasuk salah satu software desain yang berbayar sehingga kamu perlu berlangganan untuk menggunakannya dengan leluasa. Adapun biaya per bulannya adalah mulai 20,99 USD atau sekitar Rp 304.326.

Adobe Photoshop

Sumber:freepik.com
Software berikut ini menjadi salah satu yang terpopuler. Mengutip dari situs Adobe, lebih dari 90 persen profesional di dunia kreatif menggunakan Photoshop. Software ini juga tersedia dalam versi aplikasi di ponsel, yakni Photoshop Express Photo Editor.

Sebagai software desain yang berbasis bitmap, Photoshop seringkali digunakan untuk mengedit foto, mulai dari mengubah komposisi foto, mengganti background, hingga memanipulasi warna. Di samping itu, Photoshop juga dapat digunakan untuk membuat desain grafis, seperti poster, ilustrasi, dan lain sebagainya.

Sama seperti AI, Photoshop juga termasuk software desain yang berbayar. Meski begitu, kamu juga bisa mencoba free trial dari Photoshop untuk belajar terlebih dahulu.

CorelDraw Graphics Suite

CorelDraw merupakan software desain yang sangat populer dan cocok digunakan oleh para pemula karena kemudahan yang ditawarkan. Editor yang berbasis vektor ini dikembangkan oleh Corel, perusahaan software asal Kanada.

CorelDraw dapat digunakan untuk mendesain logo, poster, ilustrasi, brosur, iklan, dan berbagai produk grafis lainnya. Hasil desain nantinya dapat di-export ke berbagai format file seperti  Ai, PSD, PNG, JPG, PDF, SVG, DWG, dan lain sebagainya.

CorelDraw juga menyediakan pembaruan secara berkala yang memudahkan penggunanya dengan fitur-fitur terbaru. Software ini juga termasuk editor grafis yang berbayar. Kamu dapat berlangganan CorelDraw dengan sistem pembayaran per bulan atau per tahun.

Adobe InDesign

Sumber:rawpixel.com
Adobe InDesign adalah software berbasis vektor yang dikhususkan untuk mendesain layout, seperti newsletter, brosur, majalah hingga buku. Sebagai pemula, kamu akan dimudahkan dengan adanya template yang bisa menjadi panduan dalam mengatur berbagai jenis layout. Setiap halaman yang kamu desain, otomatis akan disatukan dalam satu kesatuan sehingga tidak akan menyulitkanmu pada sesi finishing.

Sebagai catatan, InDesign hanya bisa digunakan di desktop, yaitu pada Windows atau Mac OS. Di samping itu, software ini tidak hanya bisa digunakan untuk desain layout, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan membuat poster, banner, dan lainnya.

Selain itu, InDesign termasuk salah satu software desain berbayar, yaitu mulai dari 20,99 USD atau sekitar Rp 304.326.

Canva

Nah, yang satu ini bisa dikatakan merupakan aplikasi sejuta umat. Selain menyediakan berbagai fitur yang komplit, aplikasi ini juga cukup mudah untuk digunakan. Yang paling menjadi daya tarik adalah bisa digunakan secara gratis kapan pun tanpa perlu mengunduh aplikasinya. Kamu cukup membuat akun dan kemudian membukanya secara online, maka berbagai fitur di Canva bisa digunakan. Meski begitu, Canva dalam bentuk aplikasi juga tersedia untuk PC maupun mobile.

Canva menyediakan berbagai template menarik untuk desain CV atau resume, presentasi, newsletter, poster, dan masih banyak lagi. Kamu juga dapat mengedit template tersebut sesuai selera dengan mengkombinasikan dengan template lain.

Meski begitu, ketika kamu menggunakan versi gratis, ada beberapa gambar atau video yang tidak bisa digunakan. Solusinya adalah dengan berlangganan menjadi Canva Pro sehingga kamu dapat mengakses seluruh file di Canva dan mengeditnya sesuai dengan kebutuhan. Adapun biaya untuk menjadi Canva Pro adalah Rp 769.000 per tahunnya.

Kira-kira software desain mana yang akan kamu pakai? Jika masih bingung, ingatlah produk grafis apa yang akan rutin kamu buat. Jika sudah mengetahuinya, maka cocokkan saja dengan lima software desain di atas, mana yang sekiranya paling baik untuk mendesain jenis produk yang akan kamu hasilkan.
Drag to resize

Artikel Terbaru