Tips Membuat Portofolio Kreatif yang Menarik

Dec 10 / Sarita Laras
Sumber:freepik.com
Kelangsungan kariermu bisa jadi ditentukan dari portofolio yang kamu punya. Terlebih jika bidang yang kamu pilih adalah industri kreatif, maka portofolio sudah menjadi barang wajib untuk amunisi dalam menghadapi persaingan yang ada. Tentunya portofolio tersebut harus menarik supaya namamu masuk pertimbangan klien.

Umumnya, portofolio kreatif berisi informasi dari karya, proyek atau pekerjaan yang telah kamu selesaikan. Ini dibutuhkan untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang kamu kuasai dan seberapa banyak pengalamanmu. Oleh karena itu, kamu perlu mengemas informasi tersebut dalam sebuah portofolio kreatif yang menarik, baik dari isi maupun desain visualnya.

Bagaimana caranya? Kamu bisa mengikuti tips berikut untuk membuat sebuah portofolio kreatif yang menarik.

  • Kenali Audiensmu dan Tentukan Platform yang Tepat

Sebelum membahas mengenai isi dan desain portofolio, lakukanlah riset terlebih dahulu untuk menentukan audiens dan platform yang tepat. Sebagai contoh, jika kamu adalah seorang fotografer gaya hidup, maka klien potensial mungkin adalah media, blogger, content creator, dan orang-orang yang membutuhkan jasa pemotretan. Dengan menargetkan audiens yang spesifik, itu akan membantumu untuk menentukan isi, tone of voice, dan juga desain yang tepat.

Selanjutnya, kamu juga perlu menentukan platform untuk membuat portofolio. Beberapa platform seperti Behance dan Dribble umum digunakan oleh ilustrator atau desainer. Di samping itu, kamu juga bisa membuat situs portofolio sendiri. 

  • Tampilkan Karya Terbaik

Contoh karya dalam portofolio Wanda Almira di Issuu.com
Dalam membuat portofolio kreatif, prinsipnya adalah kualitas lebih utama daripada kuantitas. Maka dari itu, hanya sertakan karya-karya terbaikmu dan tinggalkan yang tidak relevan. Misalnya jika kamu adalah desainer interior, masukkan gambar-gambar produk yang telah kamu kreasikan. Jangan sampai kamu menyelipkan produk yang tidak relevan, seperti desain pakaian hanya karena kamu ingin memasukkan lebih banyak karya.

Nah, dalam proses ini yang tak kalah pentingnya pastikan karya-karyamu itu menunjukkan berbagai keahlianmu. Maksudnya, jika semua pekerjaan dalam portofolio tampak terlalu mirip, klien bisa merasa bahwa kreativitasmu terbatas. Jika kamu seorang desainer interior, kamu bisa menampilkan desain-desain terbaik yang berbeda satu sama lain. Ini akan meninggalkan kesan bahwa kamu adalah sosok yang versatile.

Selain itu, kamu juga perlu memastikan beberapa karya yang kamu tampilkan adalah yang termutakhir. Sebab, klien biasanya cenderung ingin melihat pekerjaan barumu. Oleh karena itu, perbarui dan edit portofoliomu seiring dengan perkembangan kariermu.

  • Masukkan CV

Contoh profil dalam portofolio Pawel Nolbert di situs miliknya
Pada dasarnya, portofolio bukan hanya tempat untuk menampilkan karyamu, tapi juga sarana untuk memperkenalkan dirimu. Maka dari itu, buatlah satu halaman terpisah untuk menuliskan CV. Masukkan informasi dari profil, latar belakang pendidikanmu, pelatihan atau kursus yang pernah diambil, pengalaman kerja, media atau alat yang digunakan, dan kontak yang bisa dihubungi.

Di samping itu, kamu juga bisa menambahkan mission statement. Ini akan melengkapi karya-karyamu dan menunjukkan nilai serta meyakinkan klien bahwa kamu  adalah orang yang tepat untuk diajak bekerja sama.
Large text.

  • Tunjukkan Bagaimana Caramu Memecahkan Masalah

Contoh problem solving dalam portofolio dok UXDesign
Perlu kamu ingat, tidak semua klien adalah profesional di bidang yang kamu tekuni. Oleh karena itu, kamu perlu menunjukkan penjelasan kepada mereka bagaimana kamu memandang dan memecahkan sebuah isu. Misalnya, jika kamu adalah seorang desainer, keberadaan desain tentu tidak hanya seni visual semata tapi hadir untuk memecahkan masalah, seperti untuk membangun brand, promosi, dan lainnya. Klien tentu ingin melihat bagaimana kamu mengatasi masalah dan tantangan yang ada dengan desain yang kamu ciptakan.

Proses tersebut dapat kamu urai menjadi empat bagian, yaitu sinopsis proyek, proses desain, peranmu, dan apa yang kamu pelajari serta bisa perbaiki ke depannya.

  • Gunakan Foto Beresolusi Tinggi

Contoh pengambilan foto dalam portofolio Stefani Bruckler di situs miliknya.
Selanjutnya, semua usahamu merancang portofolio kreatif akan sia-sia bila tidak didukung dengan foto yang berkualitas tinggi. Kamu bisa mendapatkannya dengan bantuan kamera DSLR atau bahkan kamera ponsel pun bisa digunakan dengan pengaturan yang tepat. Untuk menunjang hasil jepretanmu, kamu bisa menggunakan lampu studio atau memanfaatkan cahaya alami. Ini akan membantu semua detail karyamu tampak dengan baik.

Selain itu, jangan ragu untuk menyertakan kreasi secara close-up sehingga klien benar-benar dapat mengetahui betul karya tersebut meski hanya melalui layar gawai.

  • Mintalah Pendapat

Mintalah pendapat kolega, teman, atau orang yang kamu percayai untuk menilai portofolio. Mungkin mereka akan mengingat proyek besar yang kamu lewatkan. Mereka juga bisa memberikan pandangan objektif terhadap isi portofolio. Hal itu menjadi cara yang bagus untuk merasakan bagaimana portofolio akan diterima klien sebelum dipublikasikan.
Demikianlah tips membuat portofolio kreatif yang menarik. Kamu bisa mencoba mengaplikasikannya sembari mencari beberapa referensi dari sosok yang menjadi panutan atau yang telah cukup berpengalaman. Di samping itu, jangan lupa untuk terus mengasah skill-mu dan mencari berbagai peluang sehingga portofolio akan makin kaya dan menarik.
Empty space, drag to resize

Kelas

Created with