Tips & Trik Membuat Foto Produk secara Mandiri

Apr 2 / Sarita Laras
Sumber:unsplash.com
Di era serba digital seperti saat ini, foto produk memegang peran penting dalam meningkatkan penjualan. Merujuk Weebly, penyedia platform eCommerce di Amerika Serikat, pada 2018 lalu, 75 persen pembeli di situs mereka menyebut foto produk sangat memengaruhi keputusan untuk membeli suatu barang. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin mulai serius menekuni bisnis, perlu untuk mempersiapkan foto produk semaksimal mungkin.

Foto produk sendiri pada dasarnya ada banyak macamnya, tergantung dari jenis produk yang akan dijual. Meski begitu, tujuan setiap foto produk tetaplah untuk menunjukkan kepada pelanggan mengapa mereka harus membeli produkmu. Apakah alasannya karena sensasi kelezatan yang ditampilkan, kegunaannya, warnanya, dan masih banyak lagi.

Lalu, bagaimana untuk mendapatkan foto produk yang maksimal? Terlebih jika foto dilakukan secara mandiri. Berikut tips dan trik dari kami yang bisa kamu aplikasikan.

Buatlah Moodboard untuk Mengarahkan Tema dan Hasil Foto

Sumber:unsplash.com
Moodboard adalah kumpulan materi visual, seperti gambar dan teks,  yang akan menjadi inspirasi saat sesi foto produk. Referensi visual tersebut dapat membantumu untuk menemukan ide atau tema untuk foto produk yang akan dilakukan. Meski begitu, penting untuk diingat, moodboard sejatinya adalah tentang eksplorasi, jadi jangan terlalu terikat pada satu tema tertentu. Kamu perlu untuk mengeksplorasi banyak ide untuk menemukan konsep yang paling pas dengan produk yang dimiliki.

Lakukan Styling pada Produk

Styling biasanya dilakukan pada produk makanan dan minuman. Makanan dan minuman diatur sedemikian rupa sehingga terlihat lebih menarik, berwarna bagus, dan tidak tampak layu atau terlalu matang. Dalam food styling, seringkali tidak menggunakan bahan asli 100 persen. Misalnya, untuk styling pada es krim, digunakan bahan lain yang lebih awet selama proses pemotretan, mengingat es krim asli mudah mencair. Selain produk makanan dan minuman, styling juga bisa kamu terapkan terhadap produk lainnya, seperti pada fesyen, make up, parsel, dan lain sebagainya.

Pilih Background Foto yang Pas

Background foto sebaiknya adalah yang seirama dan netral atau tidak mencolok. Jika background foto terlalu mencolok, justru akan membuat calon pelanggan tidak fokus pada produkmu. Adapun warna yang kerap kali disarankan untuk background foto adalah putih. Menurut Weebly, 76 persen warna background produk adalah putih. Warna putih membuat produk terlihat rapi dan tampak cerah sehingga bisa menampilkan kesan yang elegan. Sementara dari sisi teknis, background foto putih dapat membuat foto di feed-mu terlihat konsisten.

Atur Pencahayaan yang Sesuai

Foto yang menarik sudah pasti ditunjang dengan pencahayaan yang baik saat pemotretan. Sinar matahari adalah pencahayaan alami terbaik yang bisa kamu manfaatkan untuk mengambil gambar. Namun, jika kamu berencana mengambil foto di dalam ruangan, maka bisa menggunakan lampu tambahan untuk menampilkan setiap sisi produk dengan baik. Pastikan pencahayaan yang kamu atur tidak membuat hasil foto menjadi berbayang.

Pilih Beberapa Angle

Angle diartikan sebagai sudut pengambilan foto dengan memerhatikan posisi kamera saat membidik sebuah objek. Maka dari itu, Jangan sampai kamu hanya mengambil satu angle pada foto produk yang akan dipasarkan. Pilihlah beberapa angle supaya calon pembeli dapat mengetahui detail produkmu dari berbagai sisi yang terbaik. 

Terapkan Pengaturan Kamera Paling Maksimal

Setiap kamera, baik ponsel maupun kamera digital memiliki pengaturan yang berbeda satu sama lain. Kamu wajib mengenali pengaturan kamera yang akan digunakan untuk mendapatkan kualitas foto terbaik. Misalnya kamu dapat mengatur tingkat resolusi, ISO, shutter priority, white balance, dan lain sebagainya.

Perhatikan Komposisi

Pengaturan komposisi bertujuan menciptakan foto yang memiliki keseimbangan objek. Artinya, objek atau produkmu ditempatkan pada posisi yang tepat, sehingga membuat gambar lebih bernyawa dan menarik.

Hindari Menggunakan Mode Zoom

Penggunaan zoom atau memperbesar foto dari lensa, akan mengurangi resolusi atau ketajaman fotomu. Maka dari itu, kamu perlu mengatur jarak foto yang tepat sehingga tidak perlu lagi menggunakan zoom.

Edit Foto untuk Hasil yang Lebih Menarik

Sumber:unsplash.com
Untuk menambah estetika foto, manfaatkanlah fitur edit yang ada di kamera atau di aplikasi edit foto lainnya. Editing yang tepat akan memoles fotomu sehingga tampak lebih menarik. Namun, jangan sampai mengedit foto secara berlebihan. Sebab editing yang berlebihan akan menimbulkan kesan kamu memanipulasi gambar produk tersebut. 

Untuk Melindungi Karyamu, Tambahkan Watermark

Beberapa orang kadang mudah saja mengambil foto pihak lain tanpa izin. Di sinilah watermark berfungsi untuk melindungi fotomu dari klaim dan tindakan tanpa izin orang lain. Dalam menempatkan watermark, sebaiknya memerhatikan transparansinya supaya tidak mengganggu estetika produkmu. Selain itu, penempatan watermark juga perlu diperhatikan, misalnya tidak terlalu di pinggir karena akan mudah dihapus atau di-crop.
Itulah tips dan trik membuat foto produk secara mandiri yang bisa kamu aplikasikan.
Kamu juga bisa terus berlatih dan bereksperimen untuk mendapatkan jepretan terbaik. Selamat mencoba!