Menilik Perjalanan Karir Wendy Pratama: Street Smart vs Book Smart

May 18 / Amanda Andina Nugroho

Wendy Pratama, pendiri platform pendidikan Lingkaran.co, merupakan lulusan sarjana arsitek ITB yang mengubah jalan karirnya ke dalam bidang pendidikan.

Diawali dengan keresahan adanya gap antara ilmu yang dipelajari melalui institusi atau sekolah dengan ilmu yang kita butuhkan di dunia kerja membuat Wendy membangung startup edukasi sebagai platform anak muda dalam mempelajari skill yang dibutuhkan di dunia professional. Lingkaran.co sendiri berbentuk short course berisi materi soft skill, entrepreneurship, serta self-development untuk memenuhi kebutuhan ilmu anak muda dalam menggapai cita-cita dan karirnya. Dalam dunia pendidikan sendiri terdapat istilah book smart dan street smart. Kedua hal ini bisa menjelaskan mengapa terdapat gap antara ilmu yang didapat dari institusi sekolah dengan ilmu yang dibutuhkan di dunia kerja. Yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Book Smart

Melihat dari frasa book smart sendiri, kita sudah bisa memahami bahwa book smart merupakan kecerdasan yang dimiliki seseorang yang berasal dari belajar secara teori. Istilah kecerdasan ini biasanya ditujukan kepada orang-orang yang memiliki kelebihan di bidang akademis. Mereka memiliki analisis yang kuat karena pengetahuan teori mereka yang kaya. Tidak jarang, pekerjaan yang dilakukan selalu terstruktur dan terorganisir dengan baik. Namun dibalik kelebihannya, book smart people memiliki kekurangan yaitu common sense yang rendah. Mereka biasanya menghadapi kesulitan dalam penerapan teori-teori ke dalam pekerjaan. Walaupun begitu, tidak semua book smart people seperti ini ya!

Street Smart

Dari frasa “street smart” yang berarti belajar dari “jalanan” atau yang dimaksud dengan belajar langsung dari praktek lapangan. Mereka para street smart biasanya memiliki prinsip amati, tiru dan modifikasi. Dalam hal praktek, mereka cukup melihat trik-trik dan mempraktekkannya langsung sehingga common sense yang dimiliki cukup kuat. Modal yang dimiliki mereka yaitu semangat dan optimis, yang penting lakukan terlebih dahulu. Karena belajar hanya dari melihat dan praktek langsung dari lapangan, street smart people memiliki kelemahan dalam teori. Mereka bisa mempraktekkan dengan mudah namun untuk menjelaskan seperti apa dan bagaimana tentang suatu hal street smart people akan mengalami cukup kesulitan.
Dari kedua kategori kepintaran di atas, tidak ada yang lebih baik maupun buruk. Setiap orang memiliki kedua kategori tersebut, tinggal melihat dan memahami diri sendiri mana tipe kepintaran kamu yang lebih unggul. Kedua kategori kepintaran ini juga saling melengkapi loh! Asalkan kalian mau belajar serta memahami diri sendiri, kedua kategori ini dapat membantu kalian melakukan pendekatan dalam belajar apapun. So, kalian sudah coba untuk belajar mengenal diri sendiri?


Sumber:

https://lingkaran.co/blog/book-smart-vs-street-smart/
https://www.whiteboardjournal.com/ideas/media/who-what-why-wendy-pratama/