Musa Tjahjono: Mendesain Mobil Musisi Kelas Dunia

Jan 4 / Abi Ardianda

Sadarkah kamu bahwa kita memandang seni dan desain sebagai sesuatu yang dapat mewakili kepribadian?

Itulah kenapa saat menentukan desain tertentu, kita cenderung memilih pola serta warna yang begitu personal. Begitu juga dengan mobil. Beberapa orang tertarik untuk mendesain ulang mobilnya, memberikan modifikasi, sehingga tampilannya dapat sekaligus mencerminkan diri kita sendiri. Salah satu yang melakukannya adalah musisi kelas dunia, yaitu Justin Bieber. Tidak hanya desain, Justin Bieber justru merancang mobilnya dari nol.

Namun, siapa sangka bahwa desainer yang mengerjakan project mobil Justin Bieber berasal dari Indonesia? Ya, setelah menyelesaikan pendidikan di ArtCenter College, Hillside Campus, California, Musa bekerja sebagai Head Designer di perusahaan desain otomotif; West Coast Custom Design. Kira-kira, apa saja tantangan yang ditemukan Musa selama menjalani karirnya? Bagaimana Musa menghadapi setiap tantangan tersebut? Simak cerita selengkapnya hanya di KARENA.ID 

Kenali Apa Yang Benar-Benar Kamu Sukai

Ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, menginjak kelas dua, Musa pindah ke Amerika. Tanpa kemampuan Bahasa Inggris, Musa mengaku sempat kesulitan beradaptasi karena hambatan komunikasi. Hanya ada satu orang Indonesia di sekolahnya dan temannya itu lulus saat Musa justru baru masuk. Selama satu tahun setengah, mau tidak mau Musa pelan-pelan mempelajari Bahasa dan menyesuaikan diri. Dua puluh tahun kemudian, Musa menjadi salah satu desainer otomotif yang mengerjakan mobil-mobil musisi kelas dunia.

Musa memulai perjalanannya dengan mengenali apa yang benar-benar dia sukai. Setelah lulus SMA di Amerika, banyak orang yang memutuskan langsung bekerja, tanpa kuliah. Saat itu, Musa merenungkan apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Dirinya sadar menyukai bidang desain, sehingga terpikir untuk mendaftarkan diri bergabung dengan Disney dan mengambil kuliah jurusan animasi.

Namun, ketertarikannya pada dunia otomotif kemudian membuat Musa bertekad untuk mendaftar kuliah di kampus jurusan desain otomotif. Meskipun dia sempat gagal mendaftar di tahun pertama, karena ujian masuknya yang diakui Musa begitu sulit, tekad dan kerja kerasnya memberikan hasil di tahun kedua. Saat itu akhirnya Musa diterima. Dalam satu kelas, katakanlah untuk jurusan Transportation Design, yang dipilih Musa, hanya diikuti oleh 11 orang. Biaya pendidikannya juga begitu mahal, itulah kenapa Musa juga melakukan beragam cara untuk dapat berkontribusi membayarnya.

Perjalanan Musa setelah lulus kuliah tidak mulus. Ketika itu, Amerika sedang dilanda resesi sehingga Musa harus mencari nafkah dengan menjual spare parts mobil. Selain itu, dia juga menerima pesanan proyek untuk mendesain mouse, klub golf, sampai botol shampoo.

Baru pada tahun 2013, Musa dihubungi oleh salah satu kenalannya semasa kuliah untuk mendesain mobil milik selebriti dan atlet. Lalu, pada sebuah pameran mobil di Las Vegas, hasil desain Musa dan tim berhasil menggebrak tren sampai mobil tersebut diliput beragam media dan kover majalah. Musa menganggap proyek tersebut menjadi hal yang kemudian mengubah hidupnya.

Renungkan, apa yang benar-benar ingin anda lakukan!

Mempelajari Selera Klien

Setelah mendapat pesanan, Musa kemudian akan berusaha mencari inspirasi untuk desainnya. Apa dunia otomotif menjadi satu-satunya sumber bagi Musa mencari inspirasi? Tentu saja tidak. Ternyata, Musa juga mencari inspirasi dari bidang fashion, desain produk, sampai arsitektur. Musa senang melihat desain arsitektur yang berkilau, tetapi nggak norak. Semua warna dan elemennya berpadu dengan harmonis.

Tidak hanya sampai di situ, Musa juga terbiasa mengajak klien bertemu untuk melakukan brainstorming. Dalam sesi pertemuannya tersebut, Musa juga akan memperhatikan jam tangan yang dikenakan kliennya, warna apa yang dia pilih? Bagaimana dengan sepatu yang dikenakannya? Musa percaya ada alasan dibalik pemilihan produk fashion mereka, dan itu yang coba digali Musa. Semua itu kemudian dikumpulkan oleh Musa sebagai referensi untuk desainnya.

Berbeda dengan desain mobil pada umumnya yang tampil dengan warna-warna gelap dan kalem, karya-karya Musa dikenal begitu berbeda dan berani. Musa senang bermain-main dengan beragam warna. Sesekali memadukannya. Barangkali, itulah yang membuat sentuhan karya Musa unggul.

Di antara mobil yang saat ini dijual di pasar, Musa justru menyebutkan Datsun tahun 1971 sebagai mobil impiannya, karena begitu proporsional dan menyerupai mobil sport.

Rata-rata pada satu waktu Musa mengerjakan 10 mobil sekaligus. Saat ini, Musa kebetulan sedang mendesain mobil untuk Travis Scott, rapper, penyanyi, songwriter, dan produser rekaman. Sementara proyek lain yang sedang dikerjakannya adalah sebuah roller coaster di Six Fags Magic Mountain, yang prosesnya sudah berlangsung selama 8 tahun. 
Berbeda dengan desain mobil pada umumnya yang tampil dengan warna-warna gelap dan kalem, karya-karya Musa dikenal begitu berbeda dan berani.

Bercita-Cita Membantu Sesama

Musa berpesan bagi anak-anak muda yang mendapat kesempatan untuk tidak pernah menyia-nyiakannya. Selain itu, dedikasi yang tinggi dan kerja keras akan membawamu ke tujuan. Memiliki sumber daya merupakan sebuah anugrah, tetapi, Musa berharap jangan sampai ketiadaan sumber daya menghentikan langkahmu. Hal tersebut justru seharusnya dapat memotivasimu untuk dapat berusaha lebih gigih.

Meskipun saat ini Musa telah berhasil meraih kesuksesan, Musa ingat masa-masa perjuangannya untuk sampai di tahap ini, ketika dirinya harus bekerja sebagai technical report selama 11 bulan. Tetapi, dari sanalah justru Musa mempelajari banyak hal mengenai hal teknis. Maka, Musa menganggap bahwa setiap pengalaman merupakan pelajaran.

Penting juga untuk memilih lingkungan serta orang-orang di sekitar kita untuk dapat memberi pengaruh yang positif. Selain dapat memotivasi untuk dapat terus produktif, lingkingan tersebut juga dapat menghubungkan kita pada kesempatan yang mungkin kita butuhkan. Kalau masih belum berhasil? Jangan menyerah. Sebab semua orang sukses pasti sempat mengalami kegagalan. Coba lagi.

Setelah berhasil menempati posisi sebagai Head Design, tentu Musa ingin membuka firm-nya sendiri. Namun, rupanya ada mimpi lain yang Musa dambakan, yaitu memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki bakat untuk dapat berkembang. Musa ingin sekali dapat menyediakan fasilitas apa pun yang mereka butuhkan untuk meraih tujuan. Sebab, Musa tahu betul kesulitan yang didapat seseorang saat tidak memiliki sumber daya. Dari sanalah keinginan Musa lahir.

Sebagai pemula, Musa menyarankan, bila kamu memiliki ketertarikan yang sama dengan Musa, rajin-rajinlah mengunjungi pameran mobil. Kunjungi setiap tenant sambil menunjukan portofolio atau contoh desain yang telah dibuat. Dari situ, ada peluang perusahaan akan merekrut atau kita juga bisa memilih untuk bekerja sebagai freelance saja.

Selebihnya, jangan pernah berhenti berusaha. Musa yakin suatu saat kamu akan meraih impianmu.

Jadi, bagaimana? Apakah kamu siap untuk menjemput kesempatan, alih-alih menantikannya, seperti yang disarankan Musa? Artikel lainnya dapat kamu temukan di website KARENA.ID.