Mengintip Dasar Stakeholder dari Ngalup.co

May 10 / Raisa Monique Sihaloho

CEO dari Ngalup Collaborative Network, Andina Paramitha, cukup menaruh perhatian pada potensi serta sumber daya Kota Malang.

Fokus dari collaborative network ini bukan terhadap teknologi atau kreatifitas, tetapi Ngalup berperan pada ecosystem builder. Ngalup sendiri sebagai wadah untuk mempertemukan para helix. Andina mengakui bahwa di Kota Malang, semua peran dari pentahelix saling terikat dan aktif membentuk serta mengimplementasikan ide dalam bisnis kreatif. Bagaimana pemerintah mendukung komunitas yang baru berkembang, ataupun komunitas yang memutuhkan sarana pelatihan untuk anggotanya, serta masih banyak terkait aktivitas pentahelix di dalam. Tetapi perlu diketahui bahwa ada berbagai macam ikatan antar stakeholder.

1. Triple-helix

Pada triple-helix yang terdiri dari stakeholder akademisi, pemerintah, dan industry, pertama kali diusung oleh Etzkowitz dan Leydesdorff di tahun 1995 . Terjadinya kolaborasi bagaimana masing-masing peran bekerjasama membentuk suatu inovasi. Dari kalangan akademisi yang melihat bagaimana pemanfaatan sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi guna menghasilkan output yang aplikatif. Serta pihak pegusaha yang menjalankan aktivitas komersil dan membawa manfaat kepada masyarakat langsung. Selain itu juga pihak pemerintah yang menaungi kedua pihak dan menjaga hubungan keduanya untuk menghasilkan kondisifitas regulasi.

2. Penta-helix

Merupakan kolaborasi terkini yang kerap kali dijumpai di berbagai output inovasi. Penta-helix sendiri terdiri dari akademisi, pengusaha, media, pemerintah, dan komunitas. Sebagai perpanjangan tangan yang dimaksud oleh Andini, ia percaya bahwa kelima stakeholder yang ada di Kota Malang aktif bersinergi. Dengan mempertemukan lima pilar utama ini. Bagaimana Ngalup sebagai wadah aktif membuat acara kolaborasi antar kelima stakeholder dengan tujuan utama menghasilkan konektivitas diantaranya.

Berbeda dari triple-helix, pemerintah berperan dalam inovasi infrastruktir serja kebijakan publik. Selain itu juga akademisi saling bekerjasama membentuk inovasi kewirausahaan. Maka dari itu peran lembaga swasta sendiri sebagai pihak pengenbangan dengan cara pendanaan guna menghasilkan inovasi komersil. Selain itu juga NGO ada dalam peranan stakeholder yang berperan sebagai partisipasi sosial dan ekonomi secara aktif.

3. Hexa-helix

Sama seperti penta-helix, namun ada komponen tambahan terkait pelaksanaan hexa-helix yaitu komunitas yang terdampak. Komunitas yang dimaksud tidak hanay terbatas pada komunitas, tetapi masyarakat atau tokoh yang memang terlibat aktif dalam pengembangan inovasi. Komunitas yang terlibat tidak lagi sebagai pihak eksternal, dalam konsep ini pihak tersebut sebagai bagian dari subjek stakeholder yang dimaksud.