Mengenal NFT, Cara Memasarkan Karya Seni Masa Kini

Jun 28 / Sarita Laras
Sumber:freepik.com
Beberapa waktu lalu nama Ghozali cukup menghebohkan warganet. Pemuda asal Semarang itu berhasil mengantongi miliaran rupiah dari 939 foto selfie yang diambilnya sejak 2017. Foto-foto tersebut ia jadikan salah satu aset investasi turunan kripto, yaitu Non-Fungible Token (NFT) untuk kemudian dijual di marketplace OpenSea.

Fenomena Ghozali tersebut sempat membuat beberapa orang secara impulsif menjual berbagai macam foto. Salah satunya adalah foto identitas diri yang sebenarnya tidak diperkenankan.

Meski begitu, sisi positif dari fenomena Ghozali adalah adanya alternatif bagi seniman dan desainer untuk memasarkan karya mereka. Platform tersebut dipercaya mampu membantu penjualan karya seni secara lebih luas. Kok bisa? Untuk menjawabnya, penting terlebih dahulu mengetahui konsep dari NFT itu sendiri.

Apa Itu NFT dan Bagaimana Dia Membangkitkan Dunia Seni?

NFT merupakan aset digital yang mewakili objek di dunia nyata, misalnya karya seni, musik, aset dalam gim, video, dan lainnya. Aset tersebut umumnya muncul dengan format, seperti JPEG, PNG, GIF dan lain sebagainya. Singkatnya, NFT adalah duplikasi resmi yang menyerupai aset yang asli.

NFT dapat diperjualbelikan secara online di marketplace NFT dengan menggunakan mata uang kripto. Beberapa marketplace NFT yang cukup populer antara lain, OpenSea, Rarible, dan Axie Infinity. Sementara itu, harga jualnya tergantung dari penilaian subjektif investor dengan melihat kualitas dan reputasi pemilik.

Transaksi sebuah NFT akan tercatat di dalam data dalam blockchain. Data tersebut berisi informasi mengenai pemilik, harga, hingga histori kepemilikan NFT.

Kehadiran NFT sendiri membawa angin segar dalam perkembangan dunia seni. Pertama, kekhawatiran akan pembajakan yang selama ini menghantui pekerja seni dapat dikikis. Dengan sistem blockchain yang dimiliki, NFT dipercaya dapat melindungi karya seni digital dari pembajakan yang selama ini cukup marak.

Di samping itu, melalui NFT seseorang mampu memasarkan karyanya dengan lebih sederhana tapi mampu menjangkau pasar cukup luas. Nah, berikut ini merupakan beberapa contoh NFT yang terjual dengan nilai tinggi.
  • CryptoPunk #6965: merupakan salah satu dari kumpulan 10.000 karakter digital karya  Matt Hall dan John Watkinson. CryptoPunk #6965 terjual dengan harga USD 1,54 juta atau setara dengan Rp 22,4 miliar (kurs per Juni 2022).
  • Ocean Front: Karya seni Mike Winkelmann atau yang juga dikenal sebagai Beeple ini terjual seharga USD 6 juta atau Rp 87,3 miliar. Karya yang dinamai "Ocean Front" ini berbicara mengenai tantangan perubahan iklim yang terjadi di planet Bumi.

Cara Memasarkan Karya Seni sebagai NFT

Nah, apakah saat ini kamu mulai berpikir untuk menjual karya melalui NFT? Tentu ini tidak akan semudah jual beli beli di marketplace biasa. Untuk itu, ikuti beberapa langkah berikut:

  • Pilih Marketplace NFT

Langkah pertama adalah memilih marketplace NFT yang paling sesuai. Sebab, tiap-tiap marketplace umumnya menawarkan spesialisasi yang berbeda terkait jenis aset digital yang berbeda. Misalnya saja untuk karya seni, kamu bisa memilih OpenSea atau Rarible, sedangkan untuk gim kamu bisa menggunakan Axie Infinity.

  • Bikin Akun

Usai menentukan marketplace yang akan kamu gunakan, selanjutnya perlu untuk membuat akun dan menghubungkannya dengan dompet cryptocurrency yang mendukung. Setelah itu jangan lupa untuk melengkapi profil, seperti username, email, dan data pendukung lainnya. Kemudian verifikasi akun tersebut melalui email sehingga akunmu bisa mulai digunakan.

  • Unggah Aset NFT Untuk Dijual

Sebelum menjual karyamu, kamu perlu untuk membuat NFT terlebih dahulu. Caranya, kamu tinggal klik tombol create dan masukkan file yang akan dijadikan NFT, misalnya gambar, foto, video, dan lain sebagainya. Jangan lupa tulis nama NFT dan informasi lainnya.

Selanjutnya, kliklah tombol jual (sell) dan ikuti langkah berikutnya sesuai dengan perintah marketplace pilihanmu. Kamu juga harus memberikan informasi terkait aset, seperti harga, batas waktu lelang, hingga jenis mata uang kripto yang bisa digunakan.
Itulah serba-serbi NFT dan kaitannya dengan geliat perkembangan dunia seni. Penting untuk diingat kembali, sebelum menjual asel digital pastikan kamu sudah betul-betul memahami mekanisme NFT supaya terhindar dari kerugian.
Drag to resize

Artikel Terbaru