Kenalan Creativepreneur: Perjalanan Sheila Soraya dari Guru TK hingga Jadi NFT Artist

Oct 15 / Sarita Laras
Dua tahun sejak lulus kuliah jurusan film dan animasi, Sheila Soraya memutuskan untuk menjadi seorang guru taman kanak-kanak di sebuah sekolah swasta. Berhubungan dengan anak-anak merupakan kegemaranya sedari dulu. Itu mengapa dia betah menjadi guru TK sampai 5,5 tahun. Perjalanannya menjadi seorang pengajar kemudian berakhir pada 2019. Perempuan yang lebih dikenal dengan sebutan Mikrosil itu memutuskan menjadi ilustrator penuh waktu. Baru-baru ini, namanya juga dikenal sebagai NFT artist perempuan Indonesia yang cukup populer.
Tak jauh dari kegemarannya, karakter ilustrasi Sheila hadir dengan nuansa anak-anak. Dia menggunakan palet warna yang kuat dan cerah dengan karakter dan objek yang playful. Sheila mengambil inspirasi dari hobinya membaca komik dan novel bertema anak-anak. Tiga buku yang jadi favoritnya hingga saat ini adalah Moomin (Tobe Jonsson), Pippi Longstocking (Astrid Lindgren), dan Totto-Chan (Tetsuko Kuroyanagi).
Ilustrasi Mikrosil dok Instagram/Mikrosil
Di samping itu, dalam proses kreatifnya Sheila juga melakukan dengan mengobservasi segala hal di sekelilingnya. Hal tersebut misalnya dengan berjalan-jalan di sekitar rumah, menyiram tanaman, memberi makan kucing-kucing tetangga, mendengarkan musik, menonton film, dan melamun. Khusus dari hobi mendengarkan musik, ternyata membawa perubahan yang besar dalam proses berkarya perempuan asal Jakarta itu. Musik telah membantunya untuk dapat menyampaikan perasaan dan ide untuk sebuah karya. Musik juga memberikannya sebuah perasaan nyaman. Beberapa musik favorit Sheila yang cukup menginspirasi antara lain, Dis-ease (BTS), IN PINK (Chai feat Mndsgn), dan Waltz of a little bird (Ko-Ko-Ya).

Dia juga mencoba untuk membuka diri untuk berbagai macam hal. Hal itu rupanya berhasil membawa perubahan yang besar pada proses kreatif Sheila. Beberapa tahun sebelumnya, dia tidak punya keberanian untuk menggambar menggunakan lebih dari dua warna. Kepercayaan dirinya nihil dalam mengkomposisikan warna. Akan tetapi, keterbukaan itu membuat ilustrasinya perlahan berkembang. Tak jarang, Sheila membagikan proses berkaryanya melalui akun Instagram
Mikrosil.
Ilustrasi Mikrosil dok Instagram/Mikrosil
Keberanian Sheila dalam mengeksplorasi banyak hal membuahkan berbagai prestasi untuk karyanya. Sebagai NFT artist yang disegani, karyanya pernah menjadi featured illustration di halaman muka NFT Form Function, sebuah platform yang populer di kalangan seniman independen. Untuk tampil di sana tentu bukanlah hal yang mudah karena ini terkait dengan seniman dari berbagai negara. Namun, lulusan Universitas Multimedia Nasional itu berhasil mewujudkannya. Selain Form Function, karya-karya Sheila juga tampil di berbagai platform NFT lain, seperti Open Sea, OBJKT, Teia, Versum, dan lain sebagainya.
Karya Mikrosil Menjadi Feature di Platform NFT dok Instagram/Mikrosil
Dari tahun ke tahun karya Sheila mulai dikenal secara luas. Pada 2020 lalu, dia bahkan berkesempatan mendesain motif eksklusif untuk merek pakaian Nona Rona. Kala itu brand Tanah Air itu mengusung sebuah konsep unik, bertema “Everlasting Neverland”. Tema tersebut menggambarkan apa yang bisa membuat seseorang selalu semangat untuk merayakan berbagai fase, peran, dan sisi kehidupan dari perempuan.
Nona Rona dok Gadis
Nah, menarik bukan sosok Sheila Soraya a.k.a. Mikrosil ini? Sheila tak ambil pusing soal menggali inspirasi. Ia menemukannya dari berbagai hal yang dekat dengannya. Selain itu, keberaniannya mencoba berbagai hal baru membawanya pada perubahan besar di setiap karyanya. Large text.
Empty space, drag to resize

Kelas

Created with