Karena Bertemu Vol.02

Apr 11 / Amanda Andina Nugroho

Karena Bertemu kembali hadir pada tanggal 6 Desember 2020 bersama kolaborator dari komunitas-komunitas keren yang ada di Indonesia yaitu Bpreneur, ICCN, dan StudentsxCeo Jakarta.

Obrolan singkat diawali dari perkenalan komunitas yang bergabung dalam Karena Bertemu yaitu Bpreneur. Beranggotakan mahasiswa Binus University, Bpreneur merupakan organisasi mahasiswa yang berdiri sejak tahun 2016 dan bergerak di bidang entrepreneurship serta pengabdian masyarakat. Inisiasi dari organisasi Bpreneur sendiri adalah untuk dapat mengembangkat potensi yang ada dalam mahasiswa tergabung sebagai anggota. 
Berlanjut ke komunitas kedua yaitu ICCN atau Indonesia Creative Cities Net. Komunitas ini berangkat dari kepeduliannya terhadap pengembangan kota menjadi kota kreatif serta memaksimalkan potensi sudut kota untuk dijadikan ruang produktif. 10 Indikator Kota Kreatif merupakan salah satu hasil produk ICCN dalam pengembangan kota kreatif di Indonesia. 
Komunitas keren terakhir pada Karena Bertemu Vol.2 kali ini datang dari StudentsxCeo Jakarta. Dimulai dari kurangnya informasi terkait karir serta self-development pada mahasiswa, komunitas StudentsxCeo memulai langkahnya sebagai wadah untuk memfasilitasi mahasiswa dalam pengembangan diri serta karirnya. Friendship, Leadership, dan Partnership merupakan tiga nilai yang selalu dipegang oleh StudentsxCeo dalam pergerakannya memberdayakan anak muda. 
Memiliki kesamaan fokus dalam bidang entrepreneurship dan industri kreatif, forum kolaborasi Karena Bertemu kali ini berdiskusi tentang “Bagaimana Gen Z memilih antara bekerja dengan orang lain atau memulai bisnis sendiri?”. Terdapat empat keynotes yang bisa kita garis bawahi dari diskusi kali ini, yaitu : 
Pertama, minat dan passion merupakan pertimbangan penting bagi anak muda dalam memulai bisnisnya agar tetap fokus dan berkomitmen.

Kedua, dalam langkah awal berbisnis anak muda sering ditakutkan oleh kegagalan serta mental yang belum siap. 

Ketiga, berbagai bidang bisnis memiliki prioritasnya sendiri dalam memulai langkahnya, tidak harus menentukan produk sebagai langkah awat atau membentuk tim terlebih dahulu. 

Keempat, pada akhirnya tujuan akhir dari anak muda dalam memulai berbisnis adalah menjadi bermanfaat bagi sekitarnya.