Ifa Hanifah dan Sepatu Sneakers Lokal Untuk Bapak Presiden

Jan 27 / Abi Ardianda

Para pecinta sneakers, mana suaranya? Seperti yang kita tahu, sebagai tren, saat ini sneakers hadir dalam beragam model, warna, sekaligus harga.

Brand-brand internasional memadati toko-toko sepatu, bersaing menawarkan kualitas serta harga yang beragam. Di antara persaingan ketat itu, sebuah brand lokal hadir dan langsung menarik perhatian. NAH Project, yang berdiri sejak tiga tahun lalu berhasil memikat hati para konsumen dalam waktu singkat, termasuk presiden rakyat Indonesia, Bapak Joko Widodo. Ingin tahu kisah sukses di balik NAH Project? Ifa Hanifah, sebagai manager operasional berbagi pahit dan manis perjalanannya mengelola NAH Project sejak tahun pertama.

Menjadikan Kolaborasi Sebagai Strategi Marketing

Ifa bercerita bahwa produksi perdana yang dilakukan NAH Project hanya berjumlah 30 pasang. Tentu saja jumlah itu nggak memungkinkan sneakers NAH Project untuk diproduksi di pabrik, mereka menolak karena jumlahnya terlalu sedikit. Makannya Ifa memilih UMKM. Semakin sedikit jumlah produksi, maka harga produksi juga semakin tinggi. Ifa ngerasain banget tantangannya ketika bisnis tersebut baru dimulai. Untungnya, respon pasar selama beberapa bulan pertama bagus banget, sampai akhirnya NAH Project dapat bantuan dana.

Seiring berjalannya waktu, permintaan semakin meningkat. Hal itu bikin jumlah produksi naik sedangkan biaya produksi terus menurun. Saat ini, jumlah NAH Project bisa memproduksi ribuan pasang setiap bulan. Bukan cuma UMKM, Ifa pun memproduksi sneakers NAH Project di beberapa pabrik yang tersebar di Tangerang dan Jombang, Surabaya. Contohnya tahun lalu, saat Ifa berkolaborasi dengan AXE Indonesia. NAH Project memproduksi 1000 pasang sneakers dan terjual habis hanya dalam kurun waktu 10 menit. 

Ifa sadar bahwa kolaborasi yang dia lakukan bisa memberikan efek yang sangat positif. Selain ningkatin awareness, NAH Project juga jadi dapat exposure dari pihak yang diajak berkolaborasi. Kerja sama tersebut juga terbukti ngehasilin keuntungan di bagian sales. Kolaborasi NAH Project dengan AXE Indonesia sebetulnya bukan kolaborasi yang pertama. Jauh sebelumnya, NAH Project juga sempat berkolaborasi dengan youtuber, sekaligus content creator Yoga Arizona, dengan hasil yang juga memuaskan.

Kolaborasi lainnya yang dilakukan NAH Project adalah dengan illustrator Kevinswork, mengangkat tema mental illness. Meskipun temanya cukup gelap, tapi desain yang dihasilkan justru colorful banget. Melalui kolaborasi itu mereka pengen bilang kalau segala sesuatu yang berkaitan dengan mental illness itu nggak melulu harus gelap dan nyeremin. Di bagian atas sepatunya diselipin tulisan don’t keep it to yourself, sebagai ajakan buat menyuarakan apapun kegelisahan yang kita rasain. Kolaborasi tersebut diproduksi sebanyak 400 pasang dan habis terjual dalam kurang dari 5 menit.

Semakin sedikit jumlah produksi, biaya produksi semakin tinggi.

Sneakers Lokal Pilihan Bapak Presiden

Demi bisa unggul dalam persaingan, sebagai produk lokal, Ifa mencoba melihat NAH Project dari mata konsumen, yang rata-rata merupakan pelajar yang baru lulus SMA sampai dengan mahasiswa yang baru lulus dan baru mau mulai kerja. Ifa ingin siapa saja bisa membeli produknya, sehingga harga yang dibandrol pun sangat terjangkau. Bukan hanya terjangkau, Ifa juga mempublikasikan ongkos produksi yang dikeluarkannya, yang itu artinya keuntungan yang diperolah NAH Project pada setiap penjualan juga menjadi transparan. Dengan begitu, Ifa berharap dirinya bisa mendapatkan kepercayaan dari konsumen.

Ternyata, bukan hanya kepercayaan, Ifa juga menjalin kedekatan dengan para konsumennya, yang kemudian menjadi kekuatan tersendiri. Ifa mewajibkan semua pegawai untuk memiliki akses dengan konsumen di setiap social media channel, dan menugaskan mereka untuk mengisi posisi customer service, supaya mereka paham pentingnya budaya tersebut di NAH Project. Seenggaknya satu hari aja, biar mereka tahu gimana rasanya berinteraksi dengan konsumen. Konsistensi itu bikin setiap pertanyaan atau komentar yang dikirim konsumen selalu mendapat respon.

Karena NAH Project berhasil memikat hati para konsumennya, akhirnya NAH Project direkomendasikan sebagai salah satu pelopor produsen sneakers lokal yang saat itu kebetulan sedang dibutuhkan oleh presiden Republik Rakyat Indonesia, bapak Joko Widodo. Beliau menggunakan sneakers dari NAH Project untuk menghadiri beberapa acara tertentu. Sampai Maret 2020, NAH Project masih mengirimkan produknya untuk bapak presiden Indonesia. Bertambah satu lagi value yang ditawarkan oleh NAH Project, yaitu nilai nasionalisme.
NAH Project mempublikasikan ongkos produksi yang dikeluarkan, dengan harapan dapat meraih kepercayaan konsumen melalui transparansi keuntungan. 

Eksploratif Adalah Jiwa yang Dimiliki NAH Project

Setiap brand selalu menawarkan psychological value, atau nilai psikologis yang diharapkan sampai ke konsumennya. Salah satu nilai psikologis yang ditawarkan NAH Project adalah rasa ingin tahu yang tinggi. NAH Project ingin para konsumennya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap beragam hal, sehingga hal tesebut bisa mendorongnya untuk terus bereksplorasi. Hal yang sama terus dilakukan NAH Project sepanjang waktu, mulai dari eksplorasi bahan, model sampai warna. Inspirasi yang didapat oleh NAH Project bisa datang dari model yang tersedia pada tren terbaru, tetapi NAH Project selalu berhasil menyesuaikannya dengan gaya dan karakter yang sudah mereka bangun. Kemiripan kadang masih terjadi, tetapi eksplorasi yang rutin dilakukan selalu memberi warna baru di setiap koleksi. 

Kalau kamu penasaran dengan makna di balik nama NAH Project, Ifa cerita itu artinya sesederhana istilah yang biasa meluncur dari mulut kita pas kita nemuin sesuatu yang kita cari. Misalnya kaya, “Nah, ini yang gue cari!” Atau, “Nah, ini yang gue pengen beli!”

Sebagai tips buat temen-temen yang juga tertarik buat berbisnis di bidang footwear atau clothing, aspek yang penting banget diperhatiin adalah pemodalan. Dari mana modalnya, gimana kita bisa ngebalikin modal itu dan butuh berapa lama. Modal itu dalam bentuk apa? Cash? Capital? Atau modal jaringan Lalu, mengenai produksi. Apakah produksnya mungkin dilakukan? Sejauh mana efektivitasnya? Kemudian, kita juga harus berani memulai. Bukan berani langsung memulai produksi, ya. Tapi memulai perancangan konsep. Pastiin konsep bisnis yang kita buat itu udah mateng banget, mulai dari budgeting sampai action plan.

Setelah konsepnya matang, baru deh kita bisa mulai jalanin dengan perhitungan. Semoga artikel ini bisa ngasih kamu insight dalam ngejalanin bisnis impian kamu, ya! Artikel insporatif lainnya bisa kamu temuin cuma di KARENA.ID