Cara Mengatasi Burnout Kerja

Jan 18 / Erlin Dyah Pratiwi
Apa sih burnout?

Secara umum, burnout merupakan gejala kelelahan secara fisik dan mental yang mengakibatkan hilangnya motivasi. Burnout bisa muncul ketika kamu dituntut melakukan begitu banyak tugas yang diluar batas kemampuanmu sehingga membuat kamu merasa stress dan tertekan.

Jangan dianggap sepele, burnout bisa jadi sangat serius kalau kamu nggak bisa mengatasinya. Kamu bisa mengalami stress berkepanjangan atau bahkan depresi. Kalau ini terus berlanjut, kamu juga akan kehilangan motivasi dalam bekerja. Wah bahaya banget!

Saat mengalami burnout dalam pekerjaan, bukan berarti kamu harus mencari pekerjaan baru. Yang harus kamu lakukan adalah mencari tahu solusi terbaik dan minta bantuan ke orang yang tepat.

Nah, bagaimana sih cara mengatasi burnout kerja? Simak ulasannya berikut ini:

1. Pahami Gejala Burnout

Seseorang yang mengalami burnout biasanya mengalami beberapa gejala seperti stres, selalu merasa kelelahan, kehilangan nafsu makan, insomnia, menjadi pelupa, dan susah untuk fokus.

Kalau kamu mengalami beberapa gejala ini, segera cari solusinya. Pikirkan beberapa opsi seperti cuti, liburan, atau beristirahat di rumah. Pertimbangkan juga apakah kamu memerlukan bantuan dari ahli.

2. Diskusi dengan Atasan

Coba diskusikan hal ini dengan atasanmu. Sampaikanlah alasan yang memicu terjadinya burnout.

Misalnya saja kamu sedang menggarap dua proyek yang dua-duanya memiliki tingkat beban kerja yang tinggi dengan tugas yang begitu banyak.

Jika memang memungkinkan, kamu bisa meminta bantuan untuk membagi beban kerja tersebut sementara waktu. Seiring berjalannya waktu, kalau beban kerja proyek itu sudah tidak terlalu banyak, kamu bisa kembali menangani proyek itu kok!

3. Istirahat Sejenak

Cobalah untuk mengambil cuti selama beberapa hari. Lakukan hal yang bisa membuatmu merasa rileks dan bahagia seperti pergi jalan-jalan ke destinasi wisata yang sudah lama kamu incar atau baca buku-buku yang sudah kamu beli tapi belum sempat dibaca.

Nah ini saatnya untuk melakukan hobimu kembali! Setelah itu, biasanya kamu akan merasa lebih segar dan bersemangat lagi.

4. Pahami Batasanmu

Kalau kamu bisa mengetahui batasan dirimu, hal-hal yang kamu lakukan biasanya akan lebih terkontrol dan bisa kamu selesaikan dengan baik.

Saat kamu diminta untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, coba tanyakan secara jujur kepada dirimu sendiri, apakah kamu mampu melakukannya dan menyelesaikannya dengan baik? Kalau jawabannya iya, terus lanjutkan. Kalau kamu ragu-ragu, lebih baik jangan diteruskan.

Nah, kalau kamu punya semangat dan daya juang yang tinggi serta tidak takut untuk keluar dari zona nyaman, kamu bisa memperluas atau meningkatkan batasanmu.

Sebaliknya, kalau kamu sudah nyaman dengan kondisimu saat ini dan belum siap dengan tantangan baru, kamu wajib memahami sejauh mana batasanmu.

5. Jangan Takut Berkata “Tidak”

Di luar sana tak sedikit orang yang merasa nggak enak untuk menolak saat dimintai tolong dalam hal pekerjaan.

Awalnya menyanggupi, tapi lama-lama mereka jadi kewalahan sendiri karena terlalu banyak hal yang harus dikerjakan sementara pekerjaan utama malah belum selesai. Jangan sampai terjadi di kamu ya!

Saat rekan kerja atau atasan memintamu untuk melakukan pekerjaan lain diluar pekerjaan utama, kamu tidak harus menyanggupinya. Pastikan kamu memprioritaskan pekerjaan utamamu. Kalau pekerjaan utama sudah selesai, kamu bebas untuk membantu mereka.

Membantu orang lain merupakan hal yang terpuji. Tapi kalau dengan membantu orang lain, kamu malah jadi kesusahan, apakah itu bisa dibenarkan?

Semoga bermanfaat!