Bandung sebagai Kota Desain: Mengenal Berbagai Bidang Desain di Kota Bandung

Jun 13 / Amanda Andina Nugroho

Tanggal 11 November 2015, Bandung resmi tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network di bidang desain.

Hal ini resmi diumumkan oleh Irina Bokova, Direktur Jenderal UNESCO, di ulang tahun ke-10 Konvensi Perlindungan dan Promosi Keanekaragaman Ekspresi Budaya. Fikri Satari yang merupakan Ketua Indonesia Creative Cities Network (ICCN) berpendapat bahwa UNESCO dapat melihat potensi serta perspektif desain yang dibangun Kota Bandung. Desain yang dibangun sendiri merupakan hasil dari partisipasi masyarakat serta komunitas yang ada di Bandung. Hasil ini hadir sebagai solusi bagi isu kota serta rekayasa sosial. 
Menurut BEKRAF, sektor desain menyumbang kontribusi terbesar sejak tahun 1970-an terutama dari sektor fashion. Sektor ini unggul dalam penyerapan tenaga kerja, terbukti dari total usaha yang berjumlah 23.550 usaha di Kota Bandung. Hal ini mendorong berkembangnya sektor industri kreatif lainnya. Terbukti di tahun 2018, terdapat peningkatan di sektor Kriya, Arsitektur, Seni Rupa, Desain Produk, Desain Interior, dan Desain Komunikasi Visual.
Industri kreatif merupakan kekuatan utama dari Kota Bandung. Hal ini yang mendukung tercapainya prestasi Kota Bandung sebagai Kota Desain. Berbagai pendukung lainnya seperti ketersediaan bahan baku, serta keunikan produk dan merek membantu proses Kota Bandung menjadi Kota Kreatif. Selain itu, Bandung memiliki fasilitas internet yang memadai serta sumber daya manusia yang berkualitas sehingga proses perkembangan Kota Bandung terhitung cukup pesat.
Walaupun dihadapkan dengan Pandemi Covid-19, Tita Larasati memiliki pendapat tersendiri bahwa Bandung dapat mempertahankan eksistensinya selama era pandemi ini. Potensi pertama yang dapat mendukung di era new normal ini yaitu akses internet yang bagus serta pemanfaatan e-commerce. Peralihan penjualan serta pemasaran menjadi digital dapat membantu industri kreatif Bandung tetap bertahan. Contohnya seperti virtual tour yang diadakan di setiap tempat wisata Bandung serta penjualan yang beralih ke e-commerce.