Fotografi: Melihat Dunia Melalui Lensa, Melukis Dunia Menggunakan Cahaya

Oct 26 / AMANDA ANDINA NUGROHO
Tahukah kamu bahwa melukis tidak hanya menggunakan cat, tetapi juga menggunakan cahaya? Kegiatan melukis menggunakan cahaya biasa kita kenal dengan fotografi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti sudah tidak asing dengan kegiatan ini. Entah itu bagian dari hobi, tugas kegiatan acara, atau bahkan pekerjaan utama kita. Sekarang ini kegiatan fotografi banyak diminati orang, entah itu sebatas hobi atau pekerjaan utama. Fotografi sendiri merupakan kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapapun tak terkecuali. Dalam belajar, kamu tidak harus memulai dengan kamera mahal seperti DSLR. Kamu bisa memulai menggunakan kamera handphone atau pocket camera yang kamu miliki. Hal itu dapat melatih imajinasi dalam mengambil sudut pandang foto.

Buat kamu yang ingin belajar lebih dalam tentang fotografi, kamu bisa mempelajari beberapa kamera yang cocok untuk berlatih dalam mengambil gambar. Tidak harus memilih yang paling mahal atau paling bagus, sesuaikan saja dengan kebutuhan dan minatmu. Berikut beberapa penjelasan mengenai kamera, jenis, serta fungsinya!

Kamera dan Jenisnya

Kamera merupakan alat yang menggunakan pemanfaatan cahaya sebagai sarana untuk mengambil foto atau gambar. Cikal bakal kamera saat ini bermula dari penemuan kolaborasi Nicéphore Niépce dan Louis Daguerre di tahun 1830. Kamera saat ini tidak hanya dilengkapi dengan lensa untuk menangkap gambar, tetapi juga layar untuk melihat hasil gambar serta mengatur kamera agar dapat mengambil gambar sesuai yang kita inginkan. Selain itu kamera juga memiliki komponen laing seperti kotak kedap cahaya (badan kamera) dan pemantik potret atau shutter.

Perkembangan kamera yang cukup lama dari tahun 1830 menghasilkan beberapa jenis kamera yang dapat kita pilih saat ini. Beda jenis kamera memiliki perbedaan kebutuhan serta selera bagi masing-masing orang. Berikut beberapa jenis kamera beserta fungsinya!

A. Kamera Film

Kamera ini biasa kita kenal dengan kamera analog. Bentuknya kotak kecil, compact, dan mudah dibawa kemana-mana. Jenis kamera ini menggunakan film ukuran 35mm. Dalam satu gulungan film memuat kurang lebih 36 tangkapan foto. Biasanya kamera ini sudah ditentukan ISO dan pengaturan lainnya namun sekarang ini sudah ada berbagai kamera film yang memiliki pengaturan pada kameranya. Untuk pencetakan hasil tangkapannya, kamera ini perlu melalui proses cuci film sebelum akhirnya dapat dicetak maupun dibuat digital.

B. Kamera Polaroid

Kamu pasti sudah tidak asing dengan kamera satu ini. Kamera Polaroid merupakan kamera yang dapat mencetak hasil tangkapan foto secara langsung. Hal ini dikarenakan kamera menggunakan lembaran polaroid yang menggunakan gambar positif sehingga tidak perlu cuci film, foto sudah langsung tercetak. Selain film Polaroid, terdapat juga film Polacolor yang dapat mencetak gambar berwarna. Kamera ini sendiri pertama kali dipasarkan pada tahun 1947 oleh perusahaan Polaroid yang dirancang oleh Edwin Land.

C. Kamera Digital

Kamera yang satu ini tidak memerlukan film seperti kedua kamera di atas dalam mengambil gambar. Banyak jenis dari kamera digital ini, ada yang memiliki layar dan jendela pandang kamera untuk mengambil gambar, ada juga yang hanya memiliki layar. Yang paling membedakan kamera digital dengan kedua kamera di atas yaitu adanya layar LCD pada kamera yang digunakan untuk mengatur, mengambil gambar, serta melihat hasil akhir gambar. Beberapa  kamera yang masuk ke dalam kamera digital yaitu Kamera DSLR, Kamera SLR, Kamera Mirrorless dan Kamera saku (pocket camera).

Fungsi Kamera

Kalian pastinya sudah tahu bahwa jelas fungsi kamera adalah untuk mengambil gambar. Lalu apa tujuan dibalik alat kamera yang digunakan untuk mengambil gambar?

A. Kamera sebagai Media komunikasi

Gambar dapat mewakili kata-kata. Bentuk komunikasi tidak hanya melalui tulisan dan berbicara. Kita sendiri bisa menyampaikan pesan melalui gambar. Entah itu lukisan, sketsa, maupun foto. Visual dari foto sendiri dapat menyampaikan cerita maupun peristiwa yang sedang terjadi.

B. Menyimpan Memori maupun Sejarah

Gambar yang diambil melalui kamera akan tersimpan dan dapat dilihat di kemudian hari. Terlebih jika gambar tersebut dicetak dan dikompilasi dalam sebuah album, foto tersebut dapat dilihat dari generasi ke generasi. Karya yang dihasilkan dapat menceritakan sebuah peristiwa, juga sebagai pelajaran bagi yang melihat dikemudian hari. Sebagai contoh, keluarga kita pasti memiliki foto album. Saat kita sudah dewasa, foto album tersebut dapat sebagai buku cerita yang berisi kisah kita sewaktu masih anak-anak. Contoh lainnya yaitu masih tersimpannya foto-foto perang dunia maupun hasil penemuan sebagai bukti sejarah yang dapat kita pelajari saat ini.

Tidak hanya sebatas menangkap gambar karena estetika dan nilai keindahan, foto sendiri memiliki cerita dan makna di dalamnya. Setelah membaca sedikit mengenai kamera, apakah kamu tertarik untuk belajar fotografi? Tidak hanya sebagai profesi, fotografi juga cocok kamu jadikan hobi sebagai selingan aktivitas kamu. Fotografi juga dapat membantu meredakan stress serta menghilangkan penat. Buat kamu yang ingin belajar fotografi lebih lanjut, kamu bisa dengarkan podcast Anton Ismael hanya di Karena Podcast!